Postingan

Payung Pertemuan

Bertanya kembali. Apa arti di balik pertemuan, jika hanya bermuara pada perpisahan. Ya, belajar. Memaknai setiap senyum, sapa, takkan selalu sama. Karenanya, syariat berlandaskan agama perlu jadi tiang. Agar bangunan yang menaungi pertemuan itu menjadi kokoh. Dalam memayungi pertemuan dan seseorang.

Tahun Berlalu

Gambar
Tiga tahun pandemi berlalu, aku tersadar, banyak sekali hal-hal yang sudah ku lewati, kejadian-kejadian baru yang datang mengiringi, hingga perasaan-perasaan yang melekat di hati. Tiga tahun pandemi berlalu, tepat dua tahun sudah kelulusanku, berbagai macam hal yang menjadi pengalaman di masa sulit kuliah itu... berhasil ku lewati. Sibuknya membuat modul-ringkasan bimbel, menjadi tutor yang membutuhkan banyak persiapan, belajar menuju deg-degannya ujian bahkan hingga di tingkat terakhir, tegangnya nadi menghadapi PKL yang rasanya tak kunjung usai, hingga akhirnya dinyatakan lulus, bahkan dengan prestasi yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Saat ini, bila mengenangnya, hanya tersisa perasaan haru atas kuatnya diri ini menghadapi itu semua, kala itu. Aku membacanya di suatu laman, tidak ada keputusan yang lebih baik dibandingkan dengan keputusan yang pernah kau buat saat itu juga. Karena setiap keputusan yang diambil tidak pernah menghadirkan secara langsung bahwa ada keputusan yang ...

Awan Teduh

Gambar
Tak ada yang bisa kita lakukan, bila itu tentang perasaan kita. Saat senang, kau seolah terbang, lupa akan perihnya daratan luka. Saat sedih, kau seolah terbius, lupa akan sadarnya ceria. Kita terkadang tidak bisa membiarkan liar merasakan perasaan sendiri. Selayaknya robot yang kadang punya error , punya kesalahan teknis, lupa bagaimana cara kerja yang seharusnya, maka satu-satunya yang mampu mengembalikan keutuhan robot itu hanyalah... yang menciptakannya. Begitu pula halnya dengan hati. Satu-satunya yang bisa menjaga kita dari controlling what the feelings are mean , where these feelings come from , why that kind of situation happens due to that feellings , and how to react with these feelings ... adalah dengan menghubungi penciptanya. Dia Yang Maha Mengetahui.  Pernah mendengar kata-kata ini? Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati. Ya. Kurasa itulah maknanya. Teguhkanlah hatiku, Di atas agama-Mu. Semoga perasaan-perasaan yang tumbuh atas perasaan kita ataupun atas kehendak-Nya ...

Berlinang Kenangan

Gambar
Kenangan, hanya tinggal kenangan. Tak ada deskripsi yang bisa melebihkan makna dari sebuah kenangan. Ia diam di tempat. Tak bisa bergerak. Anehnya, dia tak lekang oleh waktu bagi beberapa orang. Aku menemukan ketidaksiapanku melepas beberapa kawan. Yang kuanggap dekat, walau mereka tak demikian. Aku... takut ditinggal.  Bisa melakukan banyak hal sendiri adalah sebuah kebiasaan normalku. Namun, merasa sendiri karena beberapa kawan pergi, tak pernah menjadi sebuah kenormalan bagiku. Rasa itu tetap menyekat perih di sanubari. Mulai berjarak, ruang dan waktu, bahkan hati turut terpaut jauh. Entah. Sudah yang ke-... tak kuhitung lagi, walau dengan 2 tangan sebenarnya cukup. Tapi rasanya tetap sama perihnya dengan kehilangan pertama kali. Sebuah rasa yang tak bisa disampaikan melalui kata, langsung kepada mereka. Dan... beberapa dari kehilangan tersebut berhasil membuat sendi-sendi di kepalaku berdenyut. Tak hanya teriris dalam dada, tapi juga berdentum di kepala. Orang bilang, aku terla...

Melukis Kembali

Gambar
 Aku ingin menulis lagi... Sajak perasaan gembiraku, puisi gundah gulanahku, Untaian amarah dalam benakku, Aku ingin menceritakanmu lagi... dalam tulisan. Tapi, senja datang mendahuluimu Ia lebih dulu berhasil membuat gembira, gundah, dan amarahku pergi Bersamaan dengan kepergiannya, Menyambut malam. Ya, mereka tidak jauh di belakang Namun aku sudah bergeliat dengan malam. Bukan, bukan karena malam membawaku pergi. Bukan juga karena senja tidak mengasyikkan. Akulah yang pergi meninggalkannya. Akulah yang berjalan di atas kakiku sendiri, Meninggalkan senja, Menuju malam. Foto hanyalah pemanis. Menandakan siang, sore, bahkan pagi sekalipun, walau ku tinggalkan, tidak berarti tidak mengasyikkan. P.s.: Ada sebuah naskah dalam pengerjaan yang sedang ku tulis, berjudul Refleksi. Namun, judul tersebut memiliki ekor: hasn't done yet . Mengisahkan satu tahun perjalanan, tapi uraiannya belum juga selesai, bahkan setengahnya pun. Ia masih tertinggal di bulan pertama-kedua. Hal itu membuatku t...

Di Seberang Kaca

Gambar
Hamparan hijau membentang, Semilir angin berhembus, Pohon menjulang, Bersama gunung dengan awan yang ditembus. Siapakah dia gerangan? Orang di seberang bangkuku.

Habis Sudah

Gambar
Setelah mengutarakan berbagai benak, Setelah melepas beberapa penat, Setelah mengguyur orang lain dengan kisah tak terungkap, Rasanya... lelah. Sangat melelahkan karena tenaga dan perasaan yang dikeluarkan habis untuk meresapi kalimat-kalimat yang diutarakan tadi.  Makin bertambah berat rasanya. Serasa seluruh energi habis menguap seketika. Efek dominonya memunculkan pertanyaan lain: siapakah kiranya yang merasa lega atas pengakuan mengejutkanku? Tidak ada. Aku rasa tidak ada seorangpun. Bahkan diri ini sendiri tidak merasa demikian. Habis sudah. Luruh sudah. Semua energi dan perasaan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal positif: menghasilkan produk pekerjaan berakhir dengan pekerjanya yang kelelahan. Tenagaku habis. Aku butuh udara segar. Dan pendengar yang sabar.