Postingan

Pecahan Kaca (Bagian 1)

Gambar
 --sebuah cara lain memandang kaca yang pecah. Saat membicarakan benda, terutama yang terbuat dari kaca, perubahan wujudnya adalah yang paling sering dibahas sebagai dampak suatu kejadian: pecah. Misalnya, akibat terlempar/dilempar atau mungkin terjatuh/dijatuhkan.  Pastilah benda-benda yang terbuat dari kaca itu akan pecah. Baik sedikit, maupun banyak. Baik pecah berkeping-keping, maupun hanya bagian tertentu yang pecah. Dia tidak akan menjadi benda kaca yang dulu lagi. Dia tidak bisa menjadi benda kaca yang sama seperti sebelum pecah. Tapi... Sadarkah? Ada serpihan-serpihan pecahan kaca yang juga perlu mendapat perhatian.  Kita mungkin bisa menyatukan bagian-bagian besarnya, mengelemnya kembali. Kita juga bisa membuangnya karena memang sudah tidak bisa digunakan lagi. Tapi, serpihan kaca yang kecil? Yang berserakan antara ada dan tiada karena sulitnya terlihat? Yang walaupun disapu kita masih mengkhawatirkan kehadirannya? Ya... Serpihan yang juga bagian dari pecahan ben...

Resensi Buku: Hujan

Gambar
Sumber: Google Image Identitas Buku Judul Buku: Hujan Pengarang: Tere Liye Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan Ke: 30, Februari 2019 Jumlah Halaman: 320 halaman Ukuran Buku: 14 x 21 cm ISBN: 9786020383590 Resensi Buku           Payung yang identik dengan hujan menjadi objek yang terlihat memayungi kata “Hujan” dalam cover buku dengan judul besar Hujan. Cover berwarna biru muda ini begitu menarik karena payung yang menghalau kalimat-kalimat penyentil hati pecinta novel melodrama. Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Bukan melupakan yang jadi masalahnya, melainkan penerimaan. Barang siapa bisa menerima, dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan. Jatuh cinta adalah perasaan cinta itu sendiri. Pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang ...

Resensi Buku: Bumi Cinta

Gambar
   Sumber: Google Image Identitas Buku Judul Buku: Bumi Cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa) Pengarang: Habiburrahman El Shirazy Penerbit: Ihwah Publishing House Cetakan Ke: 1, Februari 2012 Jumlah Halaman: vi+546 halaman Ukuran Buku: 14 x 21 cm ISBN: 978-979-3604-35-0 Resensi Buku           Objek Katedral Santo Basil yang merupakan salah satu ciri khas Rusia pada cover buku menjadi penjelasan bahwa latar tempat pada novel ini didominasi di Rusia, negara ex -komunis terbesar di dunia. Buku yang merupakan adikarya novelis nomor satu di Indonesia dari sastrawan peraih penghargaan Sastra Nusantara Tingkat Asia Tenggara ini menyabet gelar Top-Mega Bestseller . Adalah Habiburrahman El Shirazy sang penulis Bumi Cinta dengan 6 halaman pembuka dan 546 halaman inti. Bumi Cinta yang saya baca merupakan cetakan pertama yang terbit pada Februari 2012 oleh Penerbit Ihwah Publishing House. Buku ini mendapat sorotan dari Dr. Syamsuddin Arif, MA., dosen Pemikir...

Jendela Luar

Gambar
Bagian-bagian tertentu dari diri kita memang dinamis. Menandakan bagian-bagian lainnya merupakan ciri khas yang melekat. Seperti senja yang sudah disepakati terjadi di sore hari. Seperti embun yang memang sepakat hadirnya di pagi hari. Sama dengan bagian-bagianmu. Kecilnya suara hatimu karena tidak ingin mengganggu suara hati orang lain, tidak menjadikan hilangnya arti suaramu. Besarnya suara hati orang lain pun tidak lantas menjadikan gangguan atas kecilnya suaramu. Karena... Perihal besar dan kecil, ia adalah sebuah persepsi –sebuah sudut pandang. --- Ternyata, mendapat kabar tidak baik perihal seseorang, yang kau rasa dekat denganmu, dari orang lain memiliki kesedihan tersendiri. Hei, kemana saja kamu baru tahu? Sedih, rasanya. Tidak semua rasa yang kita rasakan dirasa sama dengan apa yang orang lain rasakan. :"(

Kereta Sore

Gambar
Kali ini, saya sampai pada lembar 3 November. Ingin sekali menumpahkan berbagai rasa bahagia dalam tulisan indah, memercik keharuan ketika dibaca kembali, menggelitik jiwa yang kadang terpingkal sendiri. Ada kalanya, ingin juga menguntai cerita sedih dalam tulisan, mengenang hikmah, membasuh keperihan, menyapu pandangan saat ini. Kenyataannya, semua tulisan-tulisan itu berakhir tanpa kata. Hanya terselip rasa yang begitu menukik menggelora dada. Tidak ada patah kalimat yang bisa diikutsertakan. Tidak ada serpihan alinea di tulisan. Aku terdiam, lalu berdebar. Semua itu memang hanya sementara. Di dunia ini, tidak ada kebahagiaan yang abadi. Tidak ada pula kesedihan yang kekal. Yang ada hanya ingatan tentang bagainana rasa itu menggetarkan sanubari. Serta kawan yang mendapat beberapa penjelasan kisah hati. Ditulis saat penulis dalam perjalanan pulang magang hari kedua dari Stasiun Serpong ke Stasiun Pondok Ranji.

Kisah Hari Puncak

Gambar
There are 'bestfriends' who you can describe a lot, but there is 'someone' who you can't describe even with a single word.  Jakarta, 10.10.2020. P.s.: Terima kasih semua orang-orang baik!

Sepatu

Gambar
Kita adalah sepasang sepatu Selalu bersama tak bisa bersatu Kita mati bagai tak berjiwa Bergerak karena kaki manusia Aku sang sepatu kanan Kamu sang sepatu kiri Ku senang bila diajak berlari kencang Tapi aku takut kamu kelelahan Ku tak masalah bila terkena hujan Tapi aku takut kamu kedinginan Kita sadar ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa Terasa lengkap bila kita berdua Terasa sedih bila kita di rak berbeda Di dekatmu kotak bagai nirwana Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya Ku senang bila diajak berlari kencang Tapi aku takut kamu kelelahan Ku tak masalah bila terkena hujan Tapi aku takut kamu kedinginan Kita sadar ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa Kita sadar ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa Terasa lengkap bila kita berdua Terasa sedih bila kita di rak berbeda Di dekatmu kotak bagai nirwana Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya Cinta memang banyak bentuknya Mungkin tak semua bisa bersatu Lirik lagu Sepatu oleh Tulus. Pantai Jimbaran, ...