Saat anak memasuki usia sekolah menengah, baik pertama maupun atas, maka orang tua memasuki fase kerumitan lainnya. Setelah hal-hal dasar diperoleh dari tempat pendidikan pertamanya -rumah-, orang tua kali ini harus memutar otak: di mana sekolah berikutnya untuk anak saya? Dilema berbagai jenis ketersediaan pilihan sekolah menjadi salah satu topik penting di kalangan orang tua. Kehadiran boarding school yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala dengan nama sejenis -asrama, tinggal di indekos, belajar jauh dari rumah- membuat sebuah keputusan makin rumit diambil. Dengan kelebihan menjadikan anak belajar mandiri untuk menyelesaikan berbagai kegiatan sendiri, bertanggung jawab atas perihal yang ia jalani sendiri, belajar bersosialisasi dengan berbagai jenis pribadi sekaligus, termasuk mendalami ilmu pengetahuan yang bersumber dari buku -layaknya sekolah formal biasa-, apakah lantas menyekolahkan sang anak di boarding school membuat sang anak berhasil demikian? Tergantung. ...